Content

13 Foto Kreatif yang Bisa di Ciptakan dengan ASUS ZenFone

Kamis, 30 April 2015 0 komentar
Untuk keperluan pribadi saya sendiri, sebagai salah satu user Asus Zenfone yang belum lama ini saya beli. Konon fasilitas camera yang ada pada Smart phone tersebut memiliki fitur yang cukup menarik untuk dicoba. Dari hasil googling tentang aplikasi fotografi pada perangkat tersebut, saya menemukan artikel ini yang mengulas cukup bagus tentang tip/triknya. Agar tidak repot saya mencari artikelnya ketika saya memerlukan untuk saya baca dan pelajari lagi, So, saya posting artikel ini pada blog pribadi saya ini, Semoga artikel ini juga bermanfaat bagi adan dan semua pengunjung web/blog ini.

ASUS saat ini memiliki empat ponsel andalan dengan OS Android, yaitu ASUS ZenFone 4, 5, 6 dan yang terbaru adalah ZenFone 2. Keempat produk tersebut memiliki spesifikasi berbeda-beda. Namun, ada satu kesamaan yang terletak pada kameranya. ASUS menyematkan teknologi yang sama di semua lini ZenFone, yaitu ASUS PixelMaster. PixelMaster adalah sebuah teknologi yang dikembangkan ASUS untuk kamera smartphone dengan menggabungkan tiga unsur, yakni software, hardware, dan desain lensa. Teknologi ini membuat kamera smartphone ASUS dapat menghasilkan foto dan video yang bisa dibilang cukup memuaskan, baik untuk kondisi siang maupun malam hari.
Dari sisi lensa, ASUS menyematkan lima lapisan lensa yang memiliki bukaan lebar hingga f2.0. Hal ini menyebabkan kamera dapat menangkap cahaya lebih banyak dan gambar yang dihasilkan lebih terang.
Sedangkan di sisi software, kamera smartphone ASUS dilengkapi dengan banyak fitur dan pengaturan, seperti white balance, ISO, resolusi kamera, self timer, anti-shake enhancement, dan lain sebagainya. Yang disebut PixelMaster dari sisi software yaitu 13 mode foto, dimana masing-masing mode bisa digunakan untuk kebutuhan berbeda-beda.

1. Mode Auto

Sesuai dengan namanya, semua pengaturan yang ada diatur secara otomatis. Kita tinggal memotret saja. Semua pengaturan tentang pencahayaan, white balance, fokus, ISO, dan sebagainya dilakukan secara otomatis oleh kamera.
Mode Auto

2. Mode HDR

Pada mode HDR (High Dynamic Range), kamera mengambil dua gambar dalam sekali jepret. Satu gambar diambil dengan pencahayaan kurang dan satu gambar lainnya dengan cahaya lebih. Kedua gambar tersebut digabungkan untuk menghasilkan gambar dengan cahaya yang sempurna. Mode ini biasanya digunakan ketika memotret objek yang membelakangi sumber cahaya atau biasa disebut “backlight”.
Mode HDR
Mode HDR 2

3. Mode Night

Sesuai dengan namanya, mode ini digunakan saat memotret pada malam hari. PixelMaster akan menyesuaikan tingkat kepekaan cahaya dan menaikkan kontras warna.
Mode Night
Mode Night

4. Selfie

Foto selfie biasanya dilakukan menggunakan kamera depan. Namun, karena resolusi kamera depan biasanya lebih kecil, gambar yang dihasilkan pun tidak terlalu bagus. Nah, mode Selfie ini memungkinkan kamu membuat foto selfie menggunakan kamera kamera belakang. Meski pada saat memotret kamu tidak bisa melihat layar, mode Selfie ini memiliki sensor untuk mendeteksi wajah yang ada di depan lensa. Jika wajah kamu sudah masuk dalam frame dan terdeteksi, maka tombol shutter akan bekerja secara otomatis dalam hitungan mundur selama tiga detik.
Mode Selfie

5. Depth of Field

Mode ini berguna untuk menciptakan efek latar belakang blur. Saat memotret objek, kamera mengambil gambar sebanyak dua kali. Pengambilan gambar pertama untuk menangkap objek dengan fokus, sedangkan proses yang kedua untuk membuat latar belakang blur. Proses keseluruhan memotret menggunakan mode Depth of Field memakan waktu kurang lebih tiga detik. Selama proses ini berjalan, usahakan tangan kamu tetap stabil.
Depth of Field
Depth of Field 1

6. Time Rewind

Dengan mode Time rewind, kamu tidak perlu khawatir lagi kehilangan momen saat memotret. Pasalnya, kamera dapat merekam gambar selama dua detik sebelum menekan tombol shutter dan satu detik setelah menekan tombol shutter. Pada rentang waktu tersebut, kamera menangkap gambar sebanyak 31 foto. Dengan begitu, kamu memiliki banyak pilihan foto dan bisa memilih mana yang terbaik.
Time Rewind

7. Panorama

Mode Panorama memungkinkan kamera menangkap gambar dari sekeliling kamu seluas 360 derajat dalam sekali jepret. Kamu bisa mulai mengambil gambar dari arah kiri ke kanan atau sebaliknya. Arahkan kamera ke bawah atau ke atas untuk mengakhiri proses pengambilan gambar.
Panorama

8. Low Light

Mode Low Light biasanya digunakan saat memotret di tempat atau ruangan yang minim cahaya. Dengan mode ini, kamera menyesuaikan ukuran pixel dan algoritma image-processing. Mode Low Light akan meningkatkan kepekaan kamera hingga 400 %, mengurangi noise, dan menaikkan kontras warna hingga 200 %.
Low Light

9. Miniature

Mode Miniature mirip dengan mode Depth of Field. Hanya saja, pada mode Miniature ini kamu dapat mengatur luas area objek yang akan dibuat fokus. Ada dua model fokus yang disediakan, yakni bentuk lingkaran dan bentuk memanjang. Khusus yang bentuknya memanjang kamu bisa memutarnya hingga menjadi vertikal, miring, atau horizontal.
Miniature
Miniature

10. Smart remove

Smart remove memungkinkan kamera menghilangkan bagian objek foto yang bergerak atau blur. Mode ini biasanya digunakan pada saat memotret objek di tengah keramaian. Saat proses pengambilan gambar, kamera akan menangkap lima gambar dalam sekali jepret. Selanjutnya, PixelMaster akan mendeteksi bagian gambar dengan objek bergerak dan menghapusnya secara otomatis.
Smart Remove
Smart Remove

11. All Smile

Pada mode ini, kamu dapat memotret wajah dengan senyuman. Kamera akan mengambil lima gambar dalam sekali jepret sehingga kamu memiliki lima pilihan gambar untuk menentukan gambar mana yang pas sesuai dengan keinginan kamu.
Smile

12. Beautification

Mode Beautification banyak digunakan saat memotret wajah wanita. Di dalamnya terdapat lima fitur untuk mempercantik wajah, seperti Chicks Thinning untuk mengecilkan dagu, Eyes Enhancement untuk memperbesar bola mata, Blush untuk memerahkan pipi dan bawah mata, Skin Brightening untuk mencerahkan wajah, dan Skin Softening untuk menghaluskan kulit wajah.
Beauty
Beauty2

13. Gif Animation

Mode terakhir yaitu GIF Animation, saat ini gambar GIF dengan animasi cukup terkenal dan banyak yang menggunakannya untuk semacam MEME fun bahkan sarkasme, GIF Animation memungkinkan kamu membuat animasi GIF dengan mudah. Tekan dan tahan tombol shutter, maka kamera akan mengambil gambar maksimal hingga 30 foto dan digabungkan menjadi animasi GIF.
GIF Animasi
Sekadar informasi, seluruh foto di atas diambil menggunakan ASUS ZenFone 6 yang menjadi varian ZenFone tertinggi tahun lalu, dan sekarang Asus sudah mempunyai produk andalan terbaru yaitu Asus ZenFone 2 dengan RAM 4GB juga berbagai fitur terbaru. Kamera utama ZenFone 6 beresolusi 13 MP dan dilengkapi sebuah LED Flash. ASUS membanderol smartphone ini di kisaran harga Rp 3.099.000. Kamu bisa melihat review lengkap ASUS ZenFone 6 di sini.

Sumber : Jalantikus.com
Baca selengkapnya »

Di balik layar pembuatan foto levitasi cosplay

Sabtu, 21 Maret 2015 0 komentar
Baru-baru ini saya mendapatkan kesempatan melakukan sesi foto bersama tim Tamako. Tidak seperti sesi foto sebelumnya, sesi foto kali ini dilakukan dalam lingkungan studio. Ini merupakan kali pertama saya melakukan sesi foto dalam studio bersama Tamako dan juga merupakan kali kedua saya memotret dalam lingkungan studio.

Tahap Survei

Saya melakukan survei sehari sebelumnya untuk menemukan lokasi persisnya studio, mencari tahu fasilitas yang disediakan di sana, dan juga melihat potensi keterbatasan yang ada yang dapat menjadi isu serius jika tidak dipersiapkan dengan baik.
Saya menemukan bahwa ukuran ruangan studio nya mirip dengan studio sebelumnya yang pernah saya kunjungi, tapi tata ruangnya sangat jauh berbeda. Studio Photolounge merupakan sebuah studio tematik yang memiliki 6 tema berbeda yang dijejerkan sepanjang sisi studio. Jarak pengambilan foto di studio ini relatif pendek, sekitar 4 meter. Lensa yang tidak lebih panjang dari 50mm atau ekuivalen akan ideal untuk memotret pada jarak ini. Karena saya menggunakan kamera format APS-C dan saya tidak memiliki lensa yang lebih lebar dari 50mm (ekuivalen 80mm di kamera APS-C), maka saya harus menyewanya.
Saya perhatikan studio Photolounge menggunakan lampu merk Golden Eagle yang dilengkapi dengan beberapa aksesoris umum: softbox besar, softbox sedang, beauty dish, softbox oktagonal, dan grid sarang lebah dengan pintu lipat. Mereka juga menyediakan trigger nirkabel. Tidak ada fungsi TTL dan tidak ada flash meter. Ini berarti saya harus menyewa flash meter dan datang lebih awal untuk menyiapkan pencahayaan sesuai yang diinginkan. Saya merasa lega setelah melakukan survei.

Tahap Persiapan

Saya tiba di lokasi setengah jam lebih awal untuk menyiapkan lampu dan memosisikan kamera saya di atas tripod. Saya berniat melakukan eksperimen fotografi levitasi dengan memanfaatkan salah satu kelebihan lampu strobe: membekukan gerakan melalui durasi pencahayaan singkat.
Akan ada penggabungan foto nantinya dalam pengolahan lanjut dan akan ada orang yang melompat selama proses pemotretan sehingga penggunaan tripod berbahan karbon adalah esensial. Hal tersebut akan membuat pekerjaan masking lebih mudah dilakukan dan material karbon akan meminimalkan getaran dari efek orang yang melompat di dekat tripod.
Kamera diatur pada mode manual dengan manual fokus. Saya menyewa lensa 10-22mm (ekuivalen 16-35mm). Pengaturan awal kamera ialah: ISO 100, shutter speed 1/200 s. Angka bukaan diafragma (F) akan bervariasi tergantung posisi subjek di dalam foto. Saya menggunakan flash meter untuk menentukan nilai F. Alat ini menghemat banyak waktu daripada mengira-ngira atau coba-coba. Karena tidak ada fungsi TTL, saya merasa tidak nyaman jika harus mengubah kekuatan lampu strobe.
Saya memilih softbox terbesar yang ada di sana sebagai cahaya utama untuk keseluruhan foto. Saya menaruhnya setinggi mungkin dan dihadapkan 45 derajat ke bawah. Saya juga menaruhnya sedekat mungkin tapi tidak sampai masuk ke dalam frame untuk menciptakan bayangan sehalus mungkin. Lampu kedua saya taruh di sebelah kiri dengan aksesoris grid sarang lebah yang dilengkapi pintu lipat untuk membuat garis cahaya pada subjek dari belakang.

Proses Pemotretan – Bagian 1: Properti yang Melayang

Dengan lampu dan kamera yang sudah disiapkan, tiba saatnya bagi saya untuk memotret beberapa benda yang dibuat seolah-olah melayang. Ini dilakukan sembari menunggu para cosplayer selesai berdandan. Berikut beberapa foto properti yang saya ambil (Terima kasih Michi dan Hendra udah bantu pegangin propertinya!):
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
Ketika memotret properti, saya menaruh perhatian besar pada posisi objek, orientasinya, dan bayangannya. Saya menggunakan sofa sebagai patokan posisi. Setiap objek yang akan difoto ditentukan orientasinya dari awal sehingga nantinya objek tersebut tidak perlu ditransformasi lebih lanjut. Untuk bayangannya, objek dipegang sedemikian rupa sehingga bayangan si pemegang objek tidak menyatu dengan bayangan objek itu sendiri. Ini berarti saya nantinya tidak perlu membuat bayangan palsu saat pengolahan lanjut.

Proses Pemotretan – Bagian 2: Orang yang Melayang

Setelah selesai memotret properti, saya memotret beberapa orang dalam posisi melayang (termasuk saya sendiri :p). Pengaturan kecepatan rana awal kamera di 1/200 detik memperlihatkan bahwa terkadang strobe tidak sinkron dengan kamera. Ada sekitar 2 dari 5 foto yang tidak sinkron pada settingan tersebut.
Saya harus mengubah kecepatan rana menjadi 1/125 detik supaya strobe dapat sinkron lebih baik, sekitar 9 dari 10 foto. Sayangnya strobe yang digunakan memiliki durasi pencahayaan yang relatif lama sehingga pada settingan kecepatan rana yang baru, blur dari objek bergerak terekam pada foto. Berikut adalah foto-foto orang yang melayang (Terima kasih banyak kepada om Mr. Erga, dan Hendra yang telah membantu saya dalam proses pemotretan ini):
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Jika diperhatikan, framing kali ini tidak sestabil framing pada foto bagian pertama. Hal ini mungkin disebabkan oleh posisi sofa yang bergeser ketika orang melompat ke atasnya, atau gelang fokus diubah ketika memotret bagian ini atau mungkin juga ball head yang saya gunakan tidak cukup solid. Bagaimanapun, ini berarti pekerjaan masking nantinya akan lebih merepotkan. Sayangnya saya tidak menyadarinya sampai ketika saya melakukan olah lanjut di Photoshop.
Setelah selesai dengan foto levitasi, kami menghabiskan waktu tersisa memotret konsep lain. Di antara sekian banyak foto non levitasi yang saya ambil pada hari itu, ada satu yang menjadi favorit pribadi saya:


Tahap Olah Digital – Semua Tentang Masking

Semua foto properti dan orang melayang saya buka dalam satu tumpukan file menggunakan perintah File -> Scripts -> Load Files into Stack. Saya tidak menyadari bahwa beberapa foto orang melayang tidak sama persis framingnya, jadi saya tidak mencentang opsi “attempt to align source images”. Saya menyadarinya ketika saya sudah selesai melakukan masking pada properti yang melayang. Saya agak malas untuk mengulangnya dari awal jadi saya biarkan saja apa adanya. Keputusan yang buruk kalau boleh dibilang.
Tidak ada trik khusus dalam olah digital kali ini. Semuanya tentang pekerjaan masking. Masking properti melayang relatif mudah karena framingnya sama persis, kecuali ketika ada dua properti melayang yang saling tumpang tindih. Contohnya: pot melayang di depan meja yang melayang. Ketika hal itu terjadi, maka layer pot harus dimasking lebih teliti.
Melakukan masking pada orang melayang memakan waktu yang sangat lama. Karena orang-orang dalam foto tidak sama persis framingnya, maka begitu juga dengan bayangannya. Seringkali saya melakukan masking pada pembesaran gambar 500-600% dengan menggunakan kuas kasar ukuran 1-3 pixel pada 100% flow dan opacity untuk mendapatkan hasil yang rapi pada ujung seleksi. Sangat merepotkan dan memakan waktu! Tapi ini beberapa hasil yang sudah jadi (akan ditambahkan lagi di akun Flickr kalau yang lain sudah selesai):
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Setelah selesai masking, foto kemudian disimpan sebagai file baru. File baru tersebut baru kemudian diperbaiki kualitas gambarnya dengan meningkatkan kontras. Khusus foto levitasi selfie saya sendiri, saya perhatikan posisi tangan kiri saya berdekatan dengan vas bunga metalik sehingga seharusnya ada refleksi kepalan tangan saya di sana. Saya gunakan tool clone stamp dengan pengaturan flip vertical dan ukuran cloning 20% dari ukuran asli. Kloning dilakukan di layer terpisah supaya lebih mudah ditransformasi untuk menyesuaikan kontur vas dengan bentuk bayangan.
Baca selengkapnya »

Zooming BRI (Teknik Zooming)

Rabu, 17 Desember 2014 0 komentar
Ini namanya teknik apa ya? Kalau kata masternya sih tekniknya begini...
Caranya tentukan zoom terbesar yang kita inginkan, setting timer speednya misanya ketemu di angka 6 detik dibagi 3 jadi masing masng pergerakan lensanya digeser dalam htungan 2 detik, tergantung mau berapa tulisan yang akan kita buat ya diatur saja waktu dan pembagiannya. Mau tulisannya daitas atau dibawah tempatkan titik tulisan di bawah garis tengah lensa kalo kebawah kalo ke atas diatas garis tengah lensa. Selamat mencoba.

Baca selengkapnya »

Office MR Jakarta (Distribution & Factory)

Sabtu, 25 Oktober 2014 0 komentar
Exchangeable Image File (EXIF)
Camera :Nokia C5-00
Speed : 1/469
F/2.4
ISO : 100
Exchangeable Image File (EXIF)
Camera : Canon 550D
Shutter Speed : 1/250
F-Stop /9.0
ISO : 100
Exchangeable Image File (EXIF)
Camera :Canon 550D
Shutter Speed : 1/500
F-Stop /5.6
ISO : 100
Baca selengkapnya »

Canon 7D Mark II

Senin, 15 September 2014 0 komentar
Wow, Belum lama Canon 7D (polos) release, Kini Canon mengeluarkan type barunya Canon 7D Mark II, entah kapan rilisnya. Berikut ini adalah bocoran gambar dan detail spesifikasi pertama dari kamera DSLR Canon EOS 7D Mark II - pengumuman resmi akan di beberapa hari ke depan

Detailed specifications of the Canon EOS 7D Mark II DSLR
  • Rugged magnesium alloy body
  • Dust proof
  • 20.2 MP CMOS sensor
  • Dual-pixel CMOS AF
  • New 65-point AF, all points cross-type
  • ITR EOS AF
  • Continuous shooting: 10 frames per second
  • Dual DIGIC6
  • Max ISO: 16,000.
  • RGB+IR new 150,000-pixel metering sensor
  • Video full HD 60 p
  • Built-in GPS
  • Interval timer
  • Bulb timer

Beberapa gambar baru bocoran dari kamera milik CanonEOS 7D Mark II bersumber dari digicame-info Via

Canon EOS 7D Mark II camera
Canon EOS 7D Mark II camera back
Canon EOS 7D Mark II camera top
Selain EOS 7D Mark II, Canon juga akan mengumumkan lensa baru berikut untuk Photokina:
Sumber

Canon EF-S 24mm f/2.8 STM pancake lens (APS-C)

Canon-EF-S-24mm-f2.8-STM-pancake-lens
  • Focal length equivalent: 38.4 mm
  • High-precision glass molded aspherical lens
  • Full-time manual focus
  • Shortest shooting distance: 0.16 m
  • Maximum magnification: 0.27X
  • Thickness: 22.8 mm
  • Weight: 125g

Canon EF 400mm f/4 DO IS II USM

Canon-EF-400mm-f4-DO-IS-II-USM
  • Length: 232.7 mm
  • Weight: 2100 grams
  • Third generation DO lens
  • One aspherical element
  • Four stops IS
  • Special SWC coating
  • Dust and water proof

Canon EF 24-105mm f/ 3.5-5.6 IS STM lens

Canon-EF-24-105mm-f-3.5-5.6-IS-STM-lens

  • One UD element and two aspherical elements
  • Smooth, quiet (stepping motor) AF
  • Full-time manual focus
  • Four stops IS
  • Maximum shooting magnification: 0.3x
Baca selengkapnya »

Memanfaatkan Peluang Usaha Menjadi Fotografer Freelance

Selasa, 26 Agustus 2014 0 komentar
Dunia yang semakin canggih seperti saat ini memberikan kesempatan yang luas dalam dunia kerja. Hampir segala jenis skill dan kemampuan bisa dijual dan kemampuan bisa ditawarkan dan menghasilkan uang. Termasuk adalah skill fotografi.

Saat ini cukup banyak konsumen yang membutuhkan jasa seorang fotografer. Dengan peluang yang besar tersebut, maka tidak heran kalau saat ini banyak orang yang berkecimpung sebagai seorang fotografer freelance. Terlebih hasil yang bisa didapatkan dari profesi ini juga cukup lumayan.

Untuk menjadi seorang fotografer freelance pun tidak terlalu sulit. Cara yang paling mudah untuk menawarkan jasa fotografer freelance adalah melalui internet. Anda pun bisa menawarkan jasa fotografi ke berbagai tempat. Contoh tempat menawarkan jasa fotografi bisa anda lakukan via forum online seperti forum detik dan forum lainnya, bisa juga lewat sosial media atau anda bisa membuat blog khusus untuk menawarkan jasa fotografi anda.

Di sini Anda juga perlu melakukan spesialisasi, maksud dari spesialisasi adalah jenis obyek fotografi yang kerap menjadi target jepretan kamera. Anda bisa secara khusus menggarap pekerjaan wedding photography. Selain itu, Anda juga bisa menawarkan diri menjadi travel fotografer. Kalau kerap memotret makanan, Anda juga bisa menawarkan diri sebagai fotografer makanan. Menjadi fotografer bisa menjadi satu pilihan peluang usaha dengan modal kecil.

Nah, setelah menetapkan diri berkecimpung sebagai fotografer apa, maka tahap selanjutnya adalah menawarkan diri kepada para konsumen. Untuk melakukan hal ini, Anda pun harus memperhatikan beberapa hal. Berikut ini adalah hal-hal yang harus Anda perhatikan kalau menjadi seorang fotografer freelance:

1. Portfolio

Portofolio menjadi senjata utama seorang fotografer freelance dalam menjanjakan jasa fotografinya. Dengan mempunyai portofolio, maka para klien bisa dengan jelas mempunyai gambaran mengenai kemampuan fotografi yang Anda miliki.

Untuk membangun sebuah portofolio, Anda bisa membuat sebuah situs sederhana yang berisikan hasil jepretan kamera Anda pribadi. Kalau ingin membuat portofolio yang murah, Anda bisa menggunakan blog seperti Wordpress ataupun Blogspot. Kalau ingin lebih bermodal, Anda juga bisa menyewa seseorang untuk bisa membuatkan situs portofolio dengan desain yang menawan.

2. Kemampuan komunikasi

Ini menjadi salah satu hal yang sangat penting dalam hal memasarkan jasa fotografi. Di sini, Anda bukan hanya bertindak sebagai seorang fotografer. Anda juga sekaligus berperan sebagai seorang sales dan PR dari perusahaan pribadi yang tengah Anda kelola.

Perusahaan pribadi? Iya dong, seorang fotografer freelance bisa diibaratkan merupakan sebuah perusahaan pribadi. Di mana dia fotografer tersebut bertindak dan mengatur semua yang ada dan terkait dengan aktivitas pekerjaan pemotretan yang dilakukannya.

Dengan mempunyai kemampuan komunikasi yang baik, Anda bisa dengan mudah menjalin hubungan baik dengan para klien. Tak menutup kemungkinan kalau klien tersebut akan merekomendasikan jasa fotografi Anda kepada para kenalannya. So, di sini Anda bisa mendapatkan seorang tenaga marketing secara cuma-cuma.

3. Kepercayaan

Kepercayaan juga perlu dibangun pada saat memperoleh pekerjaan fotografi. Anda dipercaya untuk menyelesaikan sebuah tugas dari klien. Maka, sebagai sosok yang profesional, Anda juga harus menyelesaikan tugas tersebut sesuai dengan yang diinginkan oleh klien. Tak lupa, di sini Anda juga harus menyelesaikan tugas tersebut sesuai dengan waktu yang telah disepakati.

4. Tampil beda

Persaingan di dunia fotografi freelance itu sangat ketat. Banyak klien, banyak job, dan berujung pada banyaknya tenaga fotografer freelance yang berlomba-lomba untuk menawarkan jasanya. Dengan begitu, Anda harus siap bersaing dengan mereka-mereka yang mungkin saja memiliki kemampuan fotografi lebih baik daripada Anda.

Untuk mengatasi hal ini, Anda harus memiliki perbedaan dibandingkan dengan yang lain. Istilahnya, Anda harus mempunyai kemampuan unik, entah itu dari style foto, kemampuan mengedit foto, tampilan website portofolio, kemampuan komunikasi dan lain-lain.

5. Aktif di jejaring sosial

Memajang hasil jepretan di jejaring sosial juga bisa menjadi hal yang bagus untuk memasarkan jasa fotografi Anda. Anda pun paling tidak juga lebih akan dikenal oleh para teman Anda di jejaring sosial. Tidak menutup kemungkinan kalau mereka akan menjadi salah satu dari klien.

Dengan makin beragamnya sosial media tentunya bakal cukup sulit jika anda menggarap semua sosmed yang ada. Sebenarnya anda hanya perlu mengoptimalkan beberapa jenis sosmed saja sebagai ajang promosi. Salah satunya tentu sosmed yang bergerak di ranah photo sharing seperti Pinterest atau Instagram.

6. Membangun reputasi

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, di sini Anda harus mengungkapkan kepada publik mengenai expertise Anda. Misal, apakah Anda ahli untuk memotret perkawinan, makanan, hewan dan lainnya. Semakin baik reputasi anda, maka akan makin besar pula peluang yang mungkin anda dapatkan.

7. Membuat daftar klien

Menuliskan daftar klien yang pernah bekerjasama dengan Anda juga bisa menjadi langkah bagus dalam memasarkan jasa fotografi. Semakin banyak daftar klien, maka calon klien akan semakin kagum dengan Anda. Hal ini mungkin terdengar sederhana bahkan kurang penting, namun jika anda dapat memaksimalkan dalam menjaring klien-klien anda, anda bisa menyusun prioritas mengenai klien yang lebih potensial bagi anda.

Bagaimana? Apakah Anda tertarik untuk menjadi seorang fotografer freelance?

Sumber : Forum.detik.com
Baca selengkapnya »
Thank's for your visit to my personal blog, Please Leave Your Message in The Message Box / Chat Below...

My Blog List